Yoshhh. Kalian kenal penulis bernama Andrea Hirata? Ah tentu saja. Dia adalah penulis handal dari negeri tercinta kita, Indonesia.
Penulis novel best seller Laskar Pelangi ini punya tips-tips menulis buat teman-teman yang mau jadi penulis.
Oke deh, langsung saja ya.
Dikatakan oleh Andrea Hirata saat jumpa dengan reporter sebuah majalah sebelum penulisan novel berbahasa Jermannya:
· Passion.
Menurut Andrea Hirata, hal pertama yang mutlak dimiliki seorang penulis adalah kebahagiaan atau passion terhadap kegiatan tulis-menulis. Andrea Hirata juga memberi nasihat kepada para muda agar selalu menyenangi bacaan, maka nantinya akan mengerti bagaimana rasanya sebuah tulisan. Orang yang belum pernah membaca, kadang susah untuk menulis. Mereka belum tahu bagaimana feel saat menulis.
Agak OOT, Dewi Lestari (Dee), memosting sebuah pesan bagi semua followers di Instagram, setelah menyelesaikan naskah novel seri Supernova terakhirnya. Bunyinya seperti ini, "I wrote the final showdown of Act 3. The moment it was over, I suddered in tears." Dan blablabla … panjang jika dituliskan, hehe. Maksudnya adalah, penulis harusnya mampu mengekspresikan tulisan yang dibuatnya.
Coba kita permudah, kalau penulis sedang menulis cerita romans unyu-unyu, biasanya, di depan laptop dia bakal mesam-mesem sendiri macam orang edan. Kalau dia menulis cerita horror, dia mungkin akan bertingkah paranoid terhadap sesuatu setelah tulisannya selesai. Atau kalau dia menulis aksi, kadang dia menirukan gaya berkelahi tokoh buatannya.
Ya, begitulah. Rasakan apa yang kamu tulis.
"Tidak ada yang mengapresiasi tulisanmu paling lebih, kecuali dirimu sendiri."
Jadi, kamu harus punya passion sebagai penulis.
· Riset.
"Penulis Pemula biasanya menulis satu-dua halaman langsung kena Writers Block, itu karena mereka belum riset, mereka ragu akan tulisan mereka," tutur Andrea Hirata.
"Saya menyelesaikan novel Laskar Pelangi dalam tiga minggu, bahkan ada beberapa novel saya, yang ditulis dalam waktu satu minggu saja. Tapi sebelum saya menulis, risetnya lama … empat tahun."
Seorang penulis pro harus punya kekuatan dalam tulisannya. Tidak boleh sembarang, atau malah memberikan fakta abal dalam tulisannya. Meskipun fiksi, tetap harus dilandasi dengan fakta yang sebenarnya, juga teori yang logis. Kalau mau contoh, JK Rowlins menulis seri Harry Potter yang berlatar magis, tulisannya masih bisa diterima karena teori yang digunakan masih logis.
"Saya tidak pernah kena Writers Block selama karir saya, itu karena saya melakukan riset sebelumnya. Semua sudah ada di sini," ujar Andrea Hirata sambil menunjuk kepala dan tersenyum malu. "Dari mulai latar, penokohan, budaya, dan alur cerita. Semuanya sudah ada. Saya tak pernah kebingungan ketika menulis."
So, lakukan riset ya. sekarang banyak sekali sumber atau sarana tanya-bertanya. Macam Mbah Google, atau Tante Wikipedia. Ya nggak sih?
· 90% Riset, 10% menulis.
Ada yang setuju ada yang tidak, tak masalah. Menurut Andrea Hirata, riset hal paling penting bagi tulisan. Seperti ulasan sebelumnya, riset membantu kita menyingkirkan penyakit buntu ide kala menulis.
Kalau kita sudah riset sebelum menulis, kita sudah mengetahui apa saja yang akan kita tulis, genre juga bisa kita tentukan jauh sebelum tulisan yang—mungkin saja bakal banyak revisi, latar dan penokohan, semuanya sudah di luar kepala. Maka dalam proses penulisannya, tak ada yang mampu menghambat.
Oke, itu tadi beberapa tips 'Non Teknis' dari Andrea Hirata untuk para penulis muda. Kalau soal 'Teknis' kita bisa belajar sama guru Bahasa Indonesia di sekolah. Hehe, maka dekatilah gurumu.
So … mari menulis.

0 komentar:
Posting Komentar