Senin, 22 Februari 2016

Beast Part 2

Dengan hati berbunga-bunga Kudo melewati jalanan menuju rumahnya dengan lompatan kecil. Dia tak menyangka kejadian tadi sore persis seperti di film. Mamang tak seluruhnya berhasil  namun tetap saja momen tadi adalah hal yang paling mengesankan sepanjang hidupnya.
Momen pertama kali jatuh cinta dan menyatakan cintanya. Bahkan Kudo tak percaya dia terlihat sangat dewasa ketika mengatakan perasaannya tadi. Agak sedih tapi Kudo tahu, Utena belum mengerti soal cinta dan dia tak bisa memaksa. Ah. Ini sudah lebih dari cukup. Pikirnya.
Tas ransel di punggungnya tak kerasa berat karena perasaan yang selama ini memberatkannya sudah hilang. Sambil menggumam dan terus berjalan, matahari mulai turun, bersembunyi di balik gunung. Banyak orang mulai bersimpangan dengannya menuju rumah masing-masing, salah satunya ialah Paman Hikora.
Dari pinggir jalan raya ini Kudo bisa melihat postur bungkuk Paman Hikora berjalan mendekat tak jauh di depannya. Kudo menyapa, "Paman!" nyaring hingga membuat paman setengah kaget.

Beast Part 1


Sore yang sangat nyaman untuk bermain. Anak-anak mulai sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang sedang menuruni perosotan, naik-turun di atas papan jungkat-jungkit, atau sedang berayun di ayunan yang tergantung di pohon.

Tidak jauh dari sana, gadis kecil berambut gelap itu tengah sendirian, jongkok di samping taman. Gadis kecil itu menggunakan tangannya untuk mengorek tanah. Dia terlihat begitu fokus dengan yang dikerjakannya. "Uhm, mana ya?" gerutunya.

Sedetik kemudian, seorang anak laki-laki datang mendekatinya. Mata biru laki-laki itu melebar memandangi tingkah si gadis. Gadis kecil sendiri tak menyadari bahwa dirinya tengah diperhatikan dari belakang, dia tetap fokus mengorek tanah.

Si bocah lelaki mendekatkan diri lebih dekat. Dia kini tepat di belakang si gadis. Dia menelengkan kepalanya sedikit ke kiri sembari membungkuk badan. Mengamati dan masih keheranan.

Gadis kecil itu menjulurkan lidah hingga ujung lidahnya muncul dari sudut bibir sebelah kanan, dia menggigitnya. Ya, begitulah raut muka gadis polos ini ketika serius. "Emm, di mana ya?" rengeknya lagi. Suaranya bergetar.

Si bocah lelaki tersenyum. Dia tahu, gadis di hadapannya ini pasti mencari sesuatu yang sangat penting baginya. Kalau dilihat-lihat, gadis ini tak memakai kucir rambut berwarna kuning pemberiannya, kenapa? Apa mungkin gadis itu sedang mencari kucir rambut hadiah si bocah lelaki?
Kemudian senyum si bocah lelaki semakin lebar.

"Utena!" Si bocah lelaki menepuk keras kedua pundak si gadis, di saat yang sama, si gadis melompat dari tempatnya karena kaget.

Beast

Judul : Beast
Genre : Action, Fantasy, Romance
Perngarang : Zhuntachi
Status : On Going

----------------------------

Lahir dari keluarga Iblis. Dididik oleh orangtua yang membantai sukunya sendiri. Kakak pertama, dia ancaman terbesar. Menemukan kembali cinta di ranah pembalasan dendam. Perang meledak. Perang hati, senjata, pertaruhkan nyawa. Jalan berkelok tiada titik terang, tiada ujung. Cinta atau balas dendam?

Kamis, 28 Januari 2016

Kiat Menulis Andrea Hirata

Yoshhh. Kalian kenal penulis bernama Andrea Hirata? Ah tentu saja. Dia adalah penulis handal dari negeri tercinta kita, Indonesia.

Penulis novel best seller Laskar Pelangi ini punya tips-tips menulis buat teman-teman yang mau jadi penulis.

Oke deh, langsung saja ya.

Dikatakan oleh Andrea Hirata saat jumpa dengan reporter sebuah majalah sebelum penulisan novel berbahasa Jermannya:

·        Passion.

Menurut Andrea Hirata, hal pertama yang mutlak dimiliki seorang  penulis adalah kebahagiaan atau passion terhadap kegiatan tulis-menulis. Andrea Hirata juga memberi nasihat kepada para muda agar selalu menyenangi bacaan, maka nantinya akan mengerti bagaimana rasanya sebuah tulisan. Orang yang belum pernah membaca, kadang susah untuk menulis. Mereka belum tahu bagaimana feel saat menulis.

Jumat, 25 Desember 2015

Tentang Diksiliar

Diksiliar adalah sebuah Blog yang berbagi tentang cerita karya anak bangsa.

Begitu banyak website atau tempat yang dapat digunakan sebagai sarana menulis oleh kalangan umum, yang biasanya didominasi para anak muda penggila cerita fiksi.

Di sini, Diksiliar juga ingin berbagi cerita tersebut kepada semuanya. Kami bukan Plagiator. Kami janji, kami akan meminta izin terlebih dahulu terkait pemostingan ulang karya mereka. Kami juga akan mencamtumkan link di mana sang penulis berkecimpung dan cerita tersebut diunggah.

Kami juga akan me-review cerita mereka. Sebisa mungkin memberikan masukan berharga, kritik membangun, dan saran memotivasi bagi pera penulis muda.

Bukan hanya memosting cerita dan me-reviewnya. Kami pula akan menyebar secara gratis ilmu-ilmu mengenai tulis-menulis, supaya semakin banyak peminat hobi atau pekerjaan sebagai penulis ini.

Dan... satu lagi. Blog ini pula tempat Owner Diksiliar.blogspot.com menuangkan imajinasinya. Hehehe.


Salam.


Diksiliar
© Cerita Karangan Anak Bangsa 2012 | Blogger Template by Enny Law - Ngetik Dot Com - Nulis