Dengan hati berbunga-bunga Kudo melewati jalanan menuju
rumahnya dengan lompatan kecil. Dia tak menyangka kejadian tadi sore persis
seperti di film. Mamang tak seluruhnya berhasil namun tetap saja momen
tadi adalah hal yang paling mengesankan sepanjang hidupnya.
Momen pertama kali jatuh cinta dan menyatakan cintanya.
Bahkan Kudo tak percaya dia terlihat sangat dewasa ketika mengatakan
perasaannya tadi. Agak sedih tapi Kudo tahu, Utena belum mengerti soal cinta
dan dia tak bisa memaksa. Ah. Ini sudah lebih dari cukup. Pikirnya.
Tas ransel di punggungnya tak kerasa berat karena
perasaan yang selama ini memberatkannya sudah hilang. Sambil menggumam dan
terus berjalan, matahari mulai turun, bersembunyi di balik gunung. Banyak orang
mulai bersimpangan dengannya menuju rumah masing-masing, salah satunya ialah
Paman Hikora.
Dari pinggir jalan raya ini Kudo bisa melihat postur
bungkuk Paman Hikora berjalan mendekat tak jauh di depannya. Kudo menyapa,
"Paman!" nyaring hingga membuat paman setengah kaget.
